This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, October 21, 2012

Sepucuk surat dari seorang ayah


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya
hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah
surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada
seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang
ayah.


Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar
kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang
hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia
didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah
terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun
kutemui.


Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi
dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik
itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan
anak-anaknya.


Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu
berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa
kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui
keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas
kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu
adalah salah satu masa terindah dan paling aku
banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan,
ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya,
hingga saat usia senja ini.


Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk
engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti,
bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun
jua.


Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah
mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa
engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik
ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta
ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku
menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu
semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.


Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari
siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu
panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu
sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah,
penyesalan itu mencerahkanku.


Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah
mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya.
Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan
pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan
karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi
orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai
Tuhan.


Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus
lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan.
Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan
Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi
terlalu sulit.


Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak
pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan
lumpur hitam. Aku cuma menggeng- gam jemarimu dan
merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau
rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.


Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau
karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan
mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali
memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir
putus asa.


Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia
dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku
amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti
itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap,
aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.
Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua
titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari
ayah yang senantiasa merindukanmu.

Menilai Kepribadian


Menilai kepribadian cowok dari cara pipisnya

Lelaki Pemalu
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.

Lelaki Malu-maluin
Pipis di celana.

Lelaki Suka Melamun
Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya, lalu pipis di celana.

Lelaki Efisien
Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.

Lelaki Pemabuk
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.

Lelaki Palsu
Pipis di toilet cewek !

Lelaki Pelit
Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis (biar bayar murah).

Lelaki Edan
Makai celana yang abis dipipisin.

Lelaki Sarap
Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya sudah jadi bau.

Lelaki Kreatif
Kalau pipis kakinya diangkat satu…

Lelaki Irit
Kagak pernah pipis seumur-umur.

Lelaki Nekad
Suka “mipisin” isteri tetangga.

Lelaki Funky
Pipis di tempat umum.

Lelaki Sial
Maunya pipis air, yang keluar malah batu.

Lelaki Enjoy
Pipis sambil merem-melek.

Lelaki Hemat Waktu
Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.

Lelaki Moody
Biasa pake pampers… hehehe…

Lelaki Kurang Ajar
Lagi pipis… eh kentut… pura-pura cuek lagi!

Lelaki Buta Huruf
Di urinoir sudah ada tulisan “RUSAK” … eh… masih dipipisin juga.

Lelaki Turunan Kucing
Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, terus dipipisin.

Lelaki Sabar
Nungguin air cebok gak keluar-keluar, manteeeng aja di urinoir.

Lelaki Hip-hop
Pipis sambil kejang-kejang breakdance.

Lelaki Pembenci
Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.

Lelaki Ramah
Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya nggak bisa pipis.

Lelaki Percaya Diri
Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel, trus cebok di wastafel.

Lelaki Pelupa:
Sudah pipis, keluar toilet, buru- buru balik lagi, karena masih pingin pipis beberapa tetes lagi.

Lelaki Dermawan
Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.

Lelaki Gaya
Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.

Lelaki Arogan
Pipisnya sambil tangan dua-duanya tolak pinggang.

Lelaki Komunikatif
Pipis sambil ketik SMS.

Lelaki Sibuk
Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet …, terus terbirit-birit ke toilet.

Lelaki Belum Dewasa
Pipisnya belum bisa lempeng.

Lelaki Romantis
Pipisnya sambil mendesah ahh…

Lelaki enggak ada kerjaan
Pipis sambil baca email.

Lelaki Cuek:
Abis pipis, risleting nggak ditutup, celana nggak di kancing.

Lelaki Cool
Pipis di kulkas.

Lelaki Licik
Pipis di dalam kolam renang.

Lelaki Berani
Pipisin kolam renang Dr atas pinggir kolam.

Lelaki Hangat
Pipis deket kompor.

Lelaki Buaya
Pipis sambil tengkurep.

Lelaki Hati-hati
Pipisnya dikeluarin pelan-pelan (takut bunyi).

Lelaki Tukang Nyontek
Kalo pipis di toilet umum, suka liatin punya tetangga sebelahnya.

Lelaki Sia-sia
Pas kebelet pipis, buru-buru lari ke toilet, belum sempet buka celana udah pipis di celana duluan

Lelaki Percaya Diri
Kalo pipis kepalanya tegak, sambil liat ke depan.

Lelaki Penghibur
Kalo pipis sambil bersiul ato menyanyi.

Lelaki Ilmuwan:
Tiap kali pipis, sebagian pipisnya selalu disisihkan sbg sampel utk diteliti.

Lelaki Sensitif
Baru minum sedikit udah kebelet pipis.

Lelaki Sial
Lagi pipis, kepingin kentut yang keluar BAB…

Lelaki Boros
Minum sedikit, pipisnya banyak.

Lelaki Bisnis
Pipisnya bisa dijual.

Lelaki Hobi Berkebun
Pipisnya di kebun, biar subur katanya.

Lelaki Petualang
Pipis pagi di bogor, pipis siang di Jakarta, pipis malam di Bandung.

Lelaki Pemimpi
Mimpi pingin pipis, dan dikeluarin di tempat tidur.

Ngebakar Semangat Banget Setelah Liat Foto Ini !!!


             Ngebakar Semangat Banget Setelah Liat Foto Ini !!!

If you think you have huge tension, look at them...
(Jika Anda pikir Anda memiliki ketegangan besar, lihatlah mereka)
 
Di saat kita kecil dimanja dan di sayang,
manjakah mereka?
 
kita sering mengeluh tentang makanan disaat ia sedang membayangkan makanan yg layak
 
Masihkah Kita berfikir untuk membentak ibu kita?
 
If you think your job is tough, how about him
(Jika Anda berpikir bahwa pekerjaan Anda adalah sulit, bagaimana tentang dia)
 

If you think your salary is low, how about her?
(Jika Anda berpikir Anda adalah gaji rendah, bagaimana dengan dy?
 

If you think you don't have many friends, ask yourself if you have one sincere friend...as. .. this Dog..
(Jika Anda pikir Anda tidak punya banyak teman, tanyakan pada diri Anda jika Anda memiliki salah satu teman yang tulus ... seperti. .. Anjing ini ..)
 
You think, study is a burden, how about her?
(Anda berpikir, belajar adalah sebuah beban, bagaimana dengan dy?)
 
When you feel like giving up, think of this man..
(Ketika Anda merasa ingin menyerah, pikirkanlah orang ini ..)
 
If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?
(Jika Anda berpikir Anda menderita dalam hidup, apakah Anda menderita sebanyak dy?)
 
If you complain about your transport system, how about them?
(Jika Anda mengeluh tentang transportasi yang anda miliki, bagaimana dengan mereka?)
 
If your society is unfair to you, how about her?
(Jika masyarakat tidak adil untuk Anda, bagaimana dengan dia?
 
Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat saat ini
Allah Masih Sayang dengan Kita
Always 'be positive'...... No Matter What!!!!